Disebuah desa yang cukup angker dan jarang dikunjungi wisatawan, tinggal seorang pemuda yang cukup gagah perkasa, Bagasnui namanya. Bagasnui memiliki rambut berwarna putih dan panjang selalu tergerai kecuali saat sedang menunaikan ibadah shalat. "Rambut ini aneh seperti rambut orang tua, tapi sebenarnya hati saya baik." ucap Bagasnui kepada narator, sebenarnya tidak nyambung akan tetapi narator tau niat Bagasnui baik, sepertinya narator juga tidak nyambung.
Bagasnui saat ini masih menjomblo, bukan karena ditolak sana-sini sama gadis-gadis sekitar tetapi karena Bagasnui merasa tidak percaya diri untuk menembak gadis-gadis yang dicintainya pada pandangan pertama. Sepertinya sebelum meyakinkan gadis-gadis untuk mau hidup dengannya, Bagasnui harus menyakinkan diri terlebih dahulu untuk hidup dengan raganya sendiri. Rupanya jiwa Bagasnui masih menjomblo karena belum berani menjadikan raganya sebagai pasangan sejati.
(Maksudnya,
Saat jiwa dan raga saling mencintai maka jiwa akan menerima segala kekurangn raga, begitu pula dengan raga yang akan menerima segala kekurangan jiwa. Ketika jiwa dan raga sudah seling mencintai sehingga menjadi pasangan serasi dan sejati, maka akan timbul rasa percaya diri.
*narator yang baik menjelaskan jalan pikirannya kepada pembaca)
Suatu ketika Bagasnui yang bertubuh gagah perkasa dan berambut putih memutuskan untuk berjalan-jalan ke ibukota kecamatan. Memang untuk hal sesederhana ini Bagasnui butuh berdiskusi dengan pikirannya sendiri. Bagasnui terbiasa untuk melakukan sesuatu berdasarkan pertimbangan ke-efektif-an dan ke-efisien-an, hal yang paling efektif dan efisien lah yang dipilihnya. Menjadi masalah adalah saat memilihnya malah menyita waktu, sehingga keputusan paling efisien malah menjadi tidak efisien.
Diantara kerumunan mahluk-mahluk dunia fana
Diantara puing-puing kerinduan alam
Diantara capaian-capaian kehidupan
Seorang anak bernama Bagasnui mencoba mencari gambaran tentang kehidupan.
Setelah mengarungi perjalanan darat dengan kakinya sendiri selama beberapa jam, Bagasnui melihat kerumunan orang yang sedang mengamati sebuah pengumuman yang tertempel di gerbang pasar....
(BERSAMBUNG)
(BERSAMBUNG)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar