Minggu, 22 Maret 2015

Bagasnui[2]

Eeeeee.....
Hooooeeee....
Bumi gonjang-ganjing, jaka ketar-ketir...

Syahdan...
Seorang anak perempuan dari pak camat sedang mencari jodoh untuk dirinya, Rebungsuir namanya. Terlahir di keluarga kaya raya Rebungsuir serba tercukupi kehidupannya, kulitnya putih langsat, tubuhnya tinggi nan atletis dengan rambut lurus hitam terurai, benar-benar seorang kembang kecamatan. Sebetulnya, pak camat dan bu camat sendiri belum ingin Rebungsuir pergi dari pangkuannya, akan tetapi Rebungsuir sadar menjadi seorang wanita yang cantik jelita dan bertubuh atletis malah akan menimbulkan masalah dikemudian hari jika tidak segera menemukan suami. Lalu dengan kemauannya sendiri Rebungsuir mengumumkan sayembara untuk mencari calon suaminya. Rupanya Rebungsuir memiliki prinsip sebelum masalah datang menemuimu, datangilah masalah terlebih dulu, sungguh prinsip yang sangat bijak.

Rebungsuir memerintahkan asisten-asisten pribadinya --yang biasanya bertugas untuk urusan-urusan membuatkan dan mengoleskan masker atau menyiapkan buah-buahan yang baik bagi kulit Rebungsuir-- untuk menyebarkan selebaran sayembara ke seluruh tempat yang kemungkinan dilewati perjaka-perjaka gagah berani. Sesuai dengan perintah, para asisten-asisten Rebungsuir menempelkan kertas-kertas pengumuman sayembara di pos-pos kamling terdekat (untuk mendapatkan pemuda gagah berani dan mencintai ketertiban umum), masjid-masjid terdekat (untuk mendapatkan pemuda gagah berani dan gemar shalat dan mengaji), gubug-gubug disawah (untuk mendapatkan pemuda gagah berani dan menghasilkan padi), hingga pasar-pasar (untuk mendapatka pemuda gagah berani dan senang belanja) tidak lupa juga toilet umum untuk pemuda gagah berani yang kebetulan sedang ingin buang air.

Dimanapun sayembara ditempelkan dalam waktu yang tidak begitu lama, banyak orang yang mengerumuni karena penasaran dengan isinya, kesuksesan luarbiasa untuk para asisten Rebungsuir. Begitu pula saat sayembara ditempelkan di gerbang pasar, banyak orang yang langsung penasaran untuk melihat. Dari jarak sekitar 35,75 meter berdirilah pemuda gagah berani berambut putih yang kebetulan sedang berjalan-jalan, dialah tokoh utama kita sang Bagasnui. Begitu tajam sorot matanya, alisnya sedikit mengkerut penasaran dengan apa yang sedang terjadi.

Bagasnui begitu penasaran dengan kerumunan itu, dalam hati Bagasnui penuh tanya, apakah yang sedang dikerumuni oleh orang-orang itu? Mungkinkah itu sesuatu yang penting bagi hajat hidup Bagasnui? Atau ternyata hanya pengumuman seseorang yang sedang mencari kuda-kudanya yang hilang? Berbekal penasaran mendalam dan akal-akalan yang kurang matang tiba-tiba dengan suara mengglegar Bagasnui yang matanya masih mengkerut berteriak, "Ada bapak-bapak naik gajah terbang..!!" kontan semua orang langsung melihat keatas, lalu Bagasnui berteriak kembali, "bapak-bapak naik gajah menyuruh kita untuk menjauh dari gerbang pasar..!!". Tapi semua orang ternyata tidak ada yg percaya dan hanya memandangi Bagasnui dengan pandangan sinis, ternyata Bagasnui gagal menipu masyarakat, tidak ada momen yang lebih memalukan daripada penipu masyarakat yang gagal.

Merasa akal-akalannya gagal Bagasnui lantas mundur teratur pergi dari lokasi tersebut. Lalu ditengah perjalanan Bagasnui terpana, terkesima, terkagum-kagum saat melihat seseorang wanita didepannya. Wanita yang sangat indah dipandang menurut Bagasnui, bukan karena dandanannya yang mewah atau perhiasannya, akan tetapi karena perpaduan antara kecantikan dan kesederhanaannya, sungguh membuat jantung Bagasnui meronta-ronta....

Jumat, 20 Maret 2015

Bagasnui [1]

Disebuah desa yang cukup angker dan jarang dikunjungi wisatawan, tinggal seorang pemuda yang cukup gagah perkasa, Bagasnui namanya. Bagasnui memiliki rambut berwarna putih dan panjang selalu tergerai kecuali saat sedang menunaikan ibadah shalat. "Rambut ini aneh seperti rambut orang tua, tapi sebenarnya hati saya baik." ucap Bagasnui kepada narator, sebenarnya tidak nyambung akan tetapi narator tau niat Bagasnui baik, sepertinya narator juga tidak nyambung.

Bagasnui saat ini masih menjomblo, bukan karena ditolak sana-sini sama gadis-gadis sekitar tetapi karena Bagasnui merasa tidak percaya diri untuk menembak gadis-gadis yang dicintainya pada pandangan pertama. Sepertinya sebelum meyakinkan gadis-gadis untuk mau hidup dengannya, Bagasnui harus menyakinkan diri terlebih dahulu untuk hidup dengan raganya sendiri. Rupanya jiwa Bagasnui masih menjomblo karena belum berani menjadikan raganya sebagai pasangan sejati.
(Maksudnya,
Saat jiwa dan raga saling mencintai maka jiwa akan menerima segala kekurangn raga, begitu pula dengan raga yang akan menerima segala kekurangan jiwa. Ketika jiwa dan raga sudah seling mencintai sehingga menjadi pasangan serasi dan sejati, maka akan timbul rasa percaya diri.
*narator yang baik menjelaskan jalan pikirannya kepada pembaca)

Suatu ketika Bagasnui yang bertubuh gagah perkasa dan berambut putih memutuskan untuk berjalan-jalan ke ibukota kecamatan. Memang untuk hal sesederhana ini Bagasnui butuh berdiskusi dengan pikirannya sendiri. Bagasnui terbiasa untuk melakukan sesuatu berdasarkan pertimbangan ke-efektif-an dan ke-efisien-an, hal yang paling efektif dan efisien lah yang dipilihnya. Menjadi masalah adalah saat memilihnya malah menyita waktu, sehingga keputusan paling efisien malah menjadi tidak efisien.

Diantara kerumunan mahluk-mahluk dunia fana
Diantara puing-puing kerinduan alam
Diantara capaian-capaian kehidupan
Seorang anak bernama Bagasnui mencoba mencari gambaran tentang kehidupan.

Setelah mengarungi perjalanan darat dengan kakinya sendiri selama beberapa jam, Bagasnui melihat kerumunan orang yang sedang mengamati sebuah pengumuman yang tertempel di gerbang pasar....
(BERSAMBUNG)

Selasa, 17 Maret 2015

Salam (yang bukan sejenis daun untuk masak)

Salam...
Ini adalah tulisan pertama saya di blog ini jadi saya kira temanya sangat cociik sekali...

Mungkin kita sekalian sudah sangat terbiasa dengan mengucapkan salam khususnya ucapan "Assalamuallaikum warohmatullahi wabarokatuh" (dengan mengabaikan harokat dalam tulisan arabnya), ucapan ini mungkin yang paling sering kita dengar dari pada ucapan2 salam model lain karena di negara kita (Indonesia) mayoritas adalah muslim. Nah... apakah bedanya ungkapan salam ini dengan ucapan "selamat pagi", "selamat siang", atau selamat2 yang lainnya...???

Dalam tulisan ini saya akan berusaha sebisa mungkin, sekeras mungkin, se tabah dan seistiqomah mungkin untuk memaparkannya...

(nggak dink...
:p
bercanda, saya cuma mau menyampaikan dengan singkat.)

sebenarnya tema ini terinspirasi dari penyampaian Cak Nun dalam sebuah pengajian khasnya. Assalamuallaikum warohmatullahi wabarokatuh diartikan secara harafiah sebagai "Semoga kedamaian dilimpahkan kepadamu diiringi dengan rahmat dari Allah dan juga barakah dari Allah untukmu" atau harapan kita agar Allah memberikan kedamaian rahmat dan berkah kepada orang yang kita berikan salam. Sebenernya ini dalam sekali, karena kita memohonkan kebaikan untuk orang lain kepada pihak ke-3 yaitu maha besar Allah SWT.

Jadi, kasarannya ini seperti kita menyewa bodyguard untuk menjaga keselamatan orang lain, atau menggaji security untuk menjamin keselamatan orang lain.
 Satpam keren
Sumber: http://twicsy.com/i/KDSFBf


Tapi sepertinya perumpamaan itu pun sepertinya masih kurang tepat, mengingat kita tidak sedang menyewa semacam bodyguard atau security tapi meminta pada seseorang yang jauh lebih tinggi drajatnya dari pada kita bayangkan saja dia adalah Sekjend PBB.

Pak Ban-ki moon lagi nelpon
Sumber: http://www.vosizneias.com

Nah...
Jadi sekarang tolong bayangkan, saat kita mengucapkan Assalamuallaikum warohmatullahi wabarokatuh berarti kita telah menelpon pak Ban-ki moon dan mengatakan "Halo Pak Ban (kira2 begitu), tolong orang ini dijaga dan diberikan kedamaian serta kasih oleh2". Kira2 nih... apa yang harus kita lakukan saat sudah meminta seseorang yang drajatnya jauh lebih tinggi dari kita untuk menjaga seseorang.?? Ya pasti to kita juga harus menjamin keselamatan dan kedamaian orang tersebut dari tindakan-tidakan dan lisan kita sendiri. Akan sangat tidak pantas kalau kita meminta bahkan memohonkan Allah SWT untuk memberikan kedamaian, rahmat dan berkah kepada seseorang tetapi kita sendiri menyakiti orang tersebut. Bahkan saya yakin pak Ban-ki moon akan memarahi saya kalau saya udah nelpon meminta untuk mendamaikan dan memberi oleh2 seseorang tapi saya sendiri malah menyakiti orang tersebut.

Intinya...
Saat mengucapkan salam kepada seseorang berarti kita juga telah memberikan jaminan akan keselamatan dan kedamaian kepada orang tersebut dari segala perbuatan dan perkataan kita.

Jadiii....
Assalamuallaikum warohmatullahi wabarokatuh kepada seluruh pengunjung blog sederhana ini.
;)