Hooooeeee....
Bumi gonjang-ganjing, jaka ketar-ketir...
Syahdan...
Seorang anak perempuan dari pak camat sedang mencari jodoh untuk dirinya, Rebungsuir namanya. Terlahir di keluarga kaya raya Rebungsuir serba tercukupi kehidupannya, kulitnya putih langsat, tubuhnya tinggi nan atletis dengan rambut lurus hitam terurai, benar-benar seorang kembang kecamatan. Sebetulnya, pak camat dan bu camat sendiri belum ingin Rebungsuir pergi dari pangkuannya, akan tetapi Rebungsuir sadar menjadi seorang wanita yang cantik jelita dan bertubuh atletis malah akan menimbulkan masalah dikemudian hari jika tidak segera menemukan suami. Lalu dengan kemauannya sendiri Rebungsuir mengumumkan sayembara untuk mencari calon suaminya. Rupanya Rebungsuir memiliki prinsip sebelum masalah datang menemuimu, datangilah masalah terlebih dulu, sungguh prinsip yang sangat bijak.
Rebungsuir memerintahkan asisten-asisten pribadinya --yang biasanya bertugas untuk urusan-urusan membuatkan dan mengoleskan masker atau menyiapkan buah-buahan yang baik bagi kulit Rebungsuir-- untuk menyebarkan selebaran sayembara ke seluruh tempat yang kemungkinan dilewati perjaka-perjaka gagah berani. Sesuai dengan perintah, para asisten-asisten Rebungsuir menempelkan kertas-kertas pengumuman sayembara di pos-pos kamling terdekat (untuk mendapatkan pemuda gagah berani dan mencintai ketertiban umum), masjid-masjid terdekat (untuk mendapatkan pemuda gagah berani dan gemar shalat dan mengaji), gubug-gubug disawah (untuk mendapatkan pemuda gagah berani dan menghasilkan padi), hingga pasar-pasar (untuk mendapatka pemuda gagah berani dan senang belanja) tidak lupa juga toilet umum untuk pemuda gagah berani yang kebetulan sedang ingin buang air.
Dimanapun sayembara ditempelkan dalam waktu yang tidak begitu lama, banyak orang yang mengerumuni karena penasaran dengan isinya, kesuksesan luarbiasa untuk para asisten Rebungsuir. Begitu pula saat sayembara ditempelkan di gerbang pasar, banyak orang yang langsung penasaran untuk melihat. Dari jarak sekitar 35,75 meter berdirilah pemuda gagah berani berambut putih yang kebetulan sedang berjalan-jalan, dialah tokoh utama kita sang Bagasnui. Begitu tajam sorot matanya, alisnya sedikit mengkerut penasaran dengan apa yang sedang terjadi.
Bagasnui begitu penasaran dengan kerumunan itu, dalam hati Bagasnui penuh tanya, apakah yang sedang dikerumuni oleh orang-orang itu? Mungkinkah itu sesuatu yang penting bagi hajat hidup Bagasnui? Atau ternyata hanya pengumuman seseorang yang sedang mencari kuda-kudanya yang hilang? Berbekal penasaran mendalam dan akal-akalan yang kurang matang tiba-tiba dengan suara mengglegar Bagasnui yang matanya masih mengkerut berteriak, "Ada bapak-bapak naik gajah terbang..!!" kontan semua orang langsung melihat keatas, lalu Bagasnui berteriak kembali, "bapak-bapak naik gajah menyuruh kita untuk menjauh dari gerbang pasar..!!". Tapi semua orang ternyata tidak ada yg percaya dan hanya memandangi Bagasnui dengan pandangan sinis, ternyata Bagasnui gagal menipu masyarakat, tidak ada momen yang lebih memalukan daripada penipu masyarakat yang gagal.
Bagasnui begitu penasaran dengan kerumunan itu, dalam hati Bagasnui penuh tanya, apakah yang sedang dikerumuni oleh orang-orang itu? Mungkinkah itu sesuatu yang penting bagi hajat hidup Bagasnui? Atau ternyata hanya pengumuman seseorang yang sedang mencari kuda-kudanya yang hilang? Berbekal penasaran mendalam dan akal-akalan yang kurang matang tiba-tiba dengan suara mengglegar Bagasnui yang matanya masih mengkerut berteriak, "Ada bapak-bapak naik gajah terbang..!!" kontan semua orang langsung melihat keatas, lalu Bagasnui berteriak kembali, "bapak-bapak naik gajah menyuruh kita untuk menjauh dari gerbang pasar..!!". Tapi semua orang ternyata tidak ada yg percaya dan hanya memandangi Bagasnui dengan pandangan sinis, ternyata Bagasnui gagal menipu masyarakat, tidak ada momen yang lebih memalukan daripada penipu masyarakat yang gagal.
Merasa akal-akalannya gagal Bagasnui lantas mundur teratur pergi dari lokasi tersebut. Lalu ditengah perjalanan Bagasnui terpana, terkesima, terkagum-kagum saat melihat seseorang wanita didepannya. Wanita yang sangat indah dipandang menurut Bagasnui, bukan karena dandanannya yang mewah atau perhiasannya, akan tetapi karena perpaduan antara kecantikan dan kesederhanaannya, sungguh membuat jantung Bagasnui meronta-ronta....

